Bahaya Usus Buntu Pecah Bisa Mengancam Nyawa

Bahaya usus buntu pecah yaitu dapat menimbulkan komplikasi penyakit di area rongga perut yang bisa menyebabkan kematian. Jika Anda remaja, berhati-hatilah dengan masalah ini, karena radang usus buntu memang lebih umum menyerang usia Anda !

Bahaya usus buntu pecah dan tidak dioperasi

Radang Usus Buntu

Usus buntu merupakan organ kecil berukuran 5-10 cm yang terhubung langsung dengan jaringan usus besar dengan fungsi yang belum diketahui. Usus buntu berbentuk seperti umbai cacing. Ini merupakan hal normal, namun apabila didalamnya terjadi peradangan hingga membuatnya pecah, maka bisa beresiko terkena infeksi parah yang terus menjalar menjadi radang usus buntu, penyakit lambung, kanker usus hingga kematian.

Peradangan ini juga bisa dipicu oleh penyebaran virus juga bakteri penyebab peradangan akibat feses yang terhambat di bagian usus besar yang membuat racun dalam feses menginfeksi umbai cacing. Selain itu, penyumbatan juga bisa terjadi.

Penyumbatan di lapisan usus buntu yang menyebabkan infeksi adalah penyebab radang usus buntu. Bakteri yang berkembang biak dengan cepat, menyebabkan usus buntu menjadi meradang, bengkak dan penuh dengan nanah. Jika tidak segera diobati bahaya usus buntu pecah bisa mulai mengancam kesehatan Anda.

Penyebab Radang Usus Buntu

Umumnya usus buntu yang mengalami peradangan terjadi karena adanya sumbatan saat pembukaan kantong atau bisa juga karena usus buntu terinfeksi. Untuk pengobatan biasanya dilakukan dengan cara mengeluarkannya. Ini dimaksudkan untuk menghindari resiko mengerikan, yaitu kematian.

Jika usus buntu bocor, maka isi usus buntu akan mengenai rongga perut yang dipenuhi dengan bakteri juga cairan pencernaan yang bisa mengiritasi dan merusak jaringan. Usus buntu yang bocor juga dapat menimbulkan komplikasi pada orang dengan luka gangren yang membuat kesehatannya menurun dengan cepat.

Rasa sakit akan terasa lebih parah saat penderita berjalan-jalan, batuk atau bersin dan saat menarik napas dalam-dalam. Saat usus buntu bocor, rasa sakit dan nyeri perut menjadi sangat parah. Tapi kadang-kadang pasien mengalami rasa sakit yang ringan setelah rasa sakit yang parah itu terjadi.

Dan berikut ini adalah kebiasaan-kebiasan yang dapat menjadi penyebab radang usus buntu yang harus Anda hindari.

  • Sering mengkonsumsi makanan dengan kadar garam yang tinggi yang memicu tekanan darah menjadi naik sehingga beresiko menyebabkan gangguan pada usus buntu.
  • Jarang mengkonsumsi serat yang membuat tubuh mudah terkena gangguan pencernaan.
  • Kurang mengkonsumsi air putih, padahal air putih dapat berfungsi sebagai detoks alami untuk meneralisir racun yang mengendap dalam tubuh. Jika kebutuhan cairan tubuh tidak terpenuhi, alias kurang minum, maka bakteri yang menyebabkan radang usus buntu dapat menyerang dengan mudah dan memperparah kondisi usus buntu.
  • sering menahan kentut pemicu radang usus buntuSering menahan kentut. Kentut merupakan gas yang harus dikeluarkan dari dalam tubuh. Seseorang dapat mengalami 14x kentut dalam satu hari. Gas pada kentut yang keluar, mengandung 59 nitrogen, 4% oksigen, 9% karbondioksida, 21% hidrogen, 9% karbondioksida, dan 1% hidrogen sulfida dan merkaptan dengan kandungan sulfur dan belerang. Jadi itulah alasan mengapa kentut akan berbahaya jika Anda tahan karena bisa menghambat sistem pencernaan usus.
  • Sering mengkonsumsi makanan berlemak. Makanan berlemak yang terlalu sering dikonsumsi dapat menyebabkan naiknya asam lambung secara drastis, iritasi pada usus sehingga bakteri bisa senang berkembang di dalamnya
  • Kebiasaan menunda buang air besar. Jika Anda sering menunda buang air besar, maka dapat menimbulkan masalah pada pembesaran usus dan lambung sehingga beresiko terkena obesitas. Feses yang menumpuk dapat mengundang perkembangan pesat dari bakteri di dalam usus besar sehingga membuat umbai cacing terinfeksi. Jika daya tahan tubuhnya lemah, maka umbai cacing akan meradang dan menyebabkan penyakit usus buntu.

Usus buntu yang terus dibiarkan tanpa penanganan, dapat menimbulkan gesekan-gesekan yang berasal dari limbah makanan yang mengalir di saluran usus dan membuat kondisi usus semakin lemah.

Untuk memperkecil resiko radang usus buntu, Anda bisa rutin minum air putih 7-8 gelas, memperbanyak makan makanan yang mengandug serat dan usahakan tidak menunda ketika ada keinginan untuk buang air besar.

Gejala Radang Usus Buntu

  • Sering Mual dan Muntah.
    Mual adalah salah satu gejala umum radang usus buntu akut. Ini dimulai lebih awal, biasanya sekitar waktu bersamaan dengan sakit di sekitar pusar. Mungkin juga muntah. Mual dan muntah bisa terjadi setelah beberapa jam. Saat usus buntu bocor, mual hingga muntah dapat terjadi kembali.
  • Demam tinggi.
    Demam merupakan reaksi dari daya tahan tubuh yang tidak mampu mengendalikan serangan bakteri dan virus yang masuk. Saat seseorang mengalami demam karena penyakit usus buntu, maka bisa mencapai 102 derajat fahrenheit yang menandakan bahwa usus akan pecah.
  • Nafsu makan berkurang.
    Kondisi yang satu ini bisa menjadi gejala dari berbagai penyakit. Pada radang usus buntu, makanan yang masuk melewati usus tidak dapat dicerna dengan baik karena didalamnya sedang terjadi peradangan dan juga pendarahan. Dinding ususpun mengalami penipisan yang membuat penderitanya tidak nafsu makan.
  • Perut kembung atau membengkak.
    Pembengkakan akan terjadi pada perut bagian kanan tepat pada letak umbai cacing. Jika terus dibiarkan, rasa sakit akan terus bertambah parah karena virus semakin leluasa menyerang usus buntu. Intinya, jika perut penderita terlihat berbeda dari biasanya (kembung) maka harus segera dilakukan pengobatan.
  • Kram perut.
    Munculnya kram di bagian perut, disebabkan oleh bakteri yang terus-menerus menyerang usus. Selain itu, penderita mengalami kesulitan untuk kentut karena usus mengalami pembengkakan sehingga tidak ada ruang untuk mengeluarkan gas (kentut). Karena hal demikian juga, rasa nyeri dapat menjalar hingga ke punggung dan pinggang.
  • Sakit ketika buang air.
    Rasa sakit yang muncul saat penderita buang air merupakan tanda bahwa usus sedang kritis, karena saat itu juga terjadi peradangan di saluran pembuangan limbah. Apabila rasa sakit terasa saat buang air kecil, berarti infeksi bakteri sudah menjalar hingga ke kandung kemih. Sedangkan rasa sakit muncul pada penderita akan buang air besar, maka peradangan meluas hingga ke usus besar.
  • Feses berlendir.
    Saat sesorang sedang mengalami radang usus buntu, fesesnya akan menjadi berlendir. Semakin parah kondisi, maka lendir pada feses akan semakin banyak. Selain itu, feses akan tampak berwarna keruh. Kondisi tersebut menandakan bahwa usus buntu akan segera pecah.

Jadi sebelum mengalami komplikasi dari bahaya usus buntu pecah, segera lakukan penanganan jika mengalami gejala-gejala seperti diatas.

Gejala Tersembunyi Pada Anak-anak

Anak kecil mungkin tidak dapat mengekspresikan gejala mereka seakurat remaja dan orang dewasa. Bahkan pasien yang lebih tua mungkin mengalami kesulitan mengekspresikan gejalanya. Hal ini bisa menimbulkan kebingungan bagi pengasuh dan bahkan dokter. Yang paling penting, gejala khas rasa sakit mungkin tidak tampak jelas.

Anak-anak juga tidak bisa melokalisasi rasa sakit di perut bagian kanan kanan seakurat orang dewasa. Mereka mungkin bahkan tidak bisa mendefinisikan sensasinya sebagai rasa sakit. Sebaliknya terjadi perubahan mual dan muntah, kenaikan demam dan tanda sepsis atau syok septik perlu diamati. Biasanya anak menjadi mudah tersinggung, tampak gelisah dan pucat dan perut yang kembung.

Pembedahan Untuk Radang Usus Buntu

Untuk pengobatan radang usus buntu biasanya dengan pembedahan sebagai operasi terbuka dengan menggunakan satu insisi abdomen sekitar 2 sampai 4 inci (5 sampai 10 sentimeter) panjang (laparotomi). Atau bisa juga melalui beberapa sayatan kecil pada perut (laparoscopic surgery). Sebelum proses pengankatan tersebut, ahli bedah memasukkan alat bedah khusus dan kamera video ke perut Anda untuk mengeluarkan usus buntu.

Secara umum, pembedahan tersebut memungkinkan Anda untuk pulih lebih cepat dengan rasa sakit dan jaringan parut, namun pembedahan ini tidak sesuai untuk semua orang. Ada juga sebagian pasien yang mengalami masalah saat telah pecah yaitu infeksi menjadi menyebar di luar usus buntu atau meningkatkan resiko munculnya abses.

Perawatan Saat Pemulihan

Untuk membantu penyembuhan tubuh Anda:

  • Hindari aktivitas berat. Batasi aktivitas Anda selama 3-5 hari. Jika usus buntu Anda terbuka, batasi aktivitas selama 10-14 hari.
  • Tahan perut Anda saat Anda batuk. Tempatkan bantal di atas perut Anda dan tekan secara pelan saat Anda batuk, tertawa atau melakukan gerak tubuh untuk mengurangi rasa sakit. Hal ini cukup penting untuk Anda lakukan karena rasa sakit memberi tekanan ekstra pada tubuh yang dapat memperlambat proses penyembuhan.
  • Tidurlah jika Anda sudah merasa lelah, jangan paksakan tubuh Anda untuk tetap melanjutkan aktivitas.

Biaya untuk operasi usus buntu bisa menghabiskan jutaan rupiah, jika kondisi masih ringan tidak ada salahnya jika Anda mencoba beberapa perawatan diatas untuk membantu mempercepat proses pemulihan dan menghindari resiko buruk dari bahaya usus buntu pecah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *